Saturday, December 8, 2012

Recomended Film: HELLO-GOODBYE



Perfilm-an Indonesia yang berlatarkan di luar negeri terkadag mungkin harus menyesuaikan dengan budaya dan karakter negaranya yang dijadikan tempat syuting. Kaya Film Indonesia yang satu ini yang berlatarkan di Busan, Korea ini tidak terlalu banyak adegan konflik yang mengharu biru, atau konflik dialog yang cukup keras dan tegas. Desember 2012 ini bioskop Indonesia menyajikan Film Drama Romantis yang di bintangi oleh Rio Dewanto dan Atikah Asiholan, yap.. “Hello Goodbye”.
Karakter mereka di film ini sangat berbanding terbalik mungkin ya dengan kenyataannya, Abi (Rio) yang periang harus memerankan karakter seseorang yang pemaran, keras kepala dan tidak pernah mau memiliki sebuah target dan tujuan. Sedangkan Indah (Atikah) harus berperan sebagai petugas KBRI yang understress ditempat kerjanya, dan ternyata dia selama menjalani hidupnya ini belum menemukan makna dan arti kehidupan darinya.
Meskipun menurut beberapa teman saya kurang begitu OK film nya, mungkin karena konflik yang tidak seperti film-film lainnya, tapi banyak juga loh makna dan pelajaran yang bias kita petik. Ceritanya tentang pertemuan perempuan dan laki-laki Indonesia di tempat yang jauh dari Indonesia. Mereka bersama, ujungnya ada perpisahan tapi gak jadi surprise, sesuatu yang tiba-tiba, karena dari awal mereka tahu akan berpisah. Ini cara mereka ngisi hari-hari menuju perpisahan dengan cara yang indah.
Dari film ini menyiratkan, sudah seberapa bahagia dan menikmati hidupkah kita selama menjalani kehidupan ini?bukankah hidup itu harus selalu dinikmati dan disyukuri? Hati-hati akan setiap yang kita kerjakan ternyata bukan sebuah pencapaian target semata, tapi ternyata menyembunyikan banyak kesedihan dan kesepian. Selain itu, pesan akhir dari film ini menceritakan betapa perpisahan itu tidak selamanya menyakitkan. Apabila kamu benci dengan perpisahan, maka kamu telah mengutuk sebuah perjumpaan. Akhirnya Abi dan Indah harus sama-sama melanjutkan hidupnya masing-masing dan berpisah (tanpa tuker no HP/Tlpn di zaman canggih gini,hee) di sebuah pelabuhan Busan, Korea dengan harapan positif dan mencari sebuah target,tujuan dan makna kehidupan sampai akhirnya mungkin akan dipertemukan kembali (Hellogoodbye II may be:D).



HELLO-GOODBYE

Friday, December 7, 2012

ECODRIVING, SMART SOLLUTION TO REDUCE POLUTION, SAVE FUEL AND HEALTHFULL ENVIRONMENT



Pernahkan dengar sebelumnya tentang ECODRIVING?? Yap..Ecodriving adalah cara berprilaku mengendarai yang berprinsip pada penghematan BBM kendaraan kamu dan pastinya akan menyumbang penurunan gas rumah kaca akibar sumber pencemaran sumber bergerak, yaitu alat transportasi seperti mobil, motor dan kendaraan umum.
Saat ini di Indonesia populasi kendaraan bermotor di Indonesia hingga 2010 lalu mencapai 50.824.128 unit. Peningkatan penjualan terjadi pada jenis kendaraan sepeda motor. Diperkirakan  meningkat sebanyak 10 persen menjadi 8,1 juta unit, dari tahun lalu yang sebesar 7,2 juta unit. Sedangkan pada industri otomotif jenis kendaraan roda 4 (empat) diperkirakan pada tahun 2013 meningkat lima persen sebesar 1,5 juta unit  dibandingkan realisasi tahun ini sebesar 1 juta unit.
Akibat terjadinya peningkatan penggunaan kendaraan bermotor ini juga berdampak pada penigkatan kebutuhan  bahan bakar menigkat. Bahan bakar yang notaben saat ini masih mendapat subsidi dari pemerintah, membuat masyarakat merasa masih aman dengan harga yang relative masih terjangkau. Padahal dibalik itu, anggaran subsidi BBM setiap tahunnya meningkat, dari 5 tahun terakhir ini peningkatan 100% lebih yaitu mencapai 147  triliun rupiah.
Selain itu, peningkatan pengguna kendaraan juga menjadi sumber pencemaran lingkungan ke dua setelah sector industry. Gas emisi yang dikeluarkan seperti CO, CO2 dan Hidrocarbon menjadi penyebab utama gas rumah kaca terhadap pemanasan global. Selain itu dampak lainnya yaitu sebagai sumber pencemaran udara yang dapat mengganggu kesehatan para pejalan kaki dan masyarakat sekitar jalanan yang mendapat paparan polusi udara dari kendaraan.
Dari permasalah transportasi dan lingkungan itulah, kami mahasiswa peminatan Kesehatan Lingkungan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 4 Desember 2012 lalu melakukan “Seminar Pengembangan Profesi” dengan mensosialisasikan pentingnya penerapan perilaku berkendara ramah lingkungan (ecodirving) sebagai bentuk aksi terkecil dan terdekat yang sangat mudah untuk diterapakan dan dapat menyumbang penurunan gas rumah kaca. Pemaparan materi yang disampaikan pada seminar ini ada dari Kementrian Lingkungan Hidup, Deputi Pencemaran Lingkungan; Kepala BLHD Kota Tangerang Selatan (Dr. Rahmat Salam,M.Si); Guru Besar Kesehatan Lingkungan UI (Prof. Umar Fahmi,Ph.D) dan Praktisi Pengamat Ekonomi Lingkungan (Dr. Zulkifli Rangkuti).
Sebelumnya, kami juga melakukan survey penelitian pada pengguna kendaraan motor dan mobil di Civitas akademik UIN Jakarta untuk mengetahui Pengetahuan , Sikap dan Perilaku Ecodriving. Dari hasil survey tersebut bahwa rata-rata perilaku pengendara  tidak sesuai dengan prinsip-prinsip Ecodriving. Tingkat pengetahuan tentang Ecodriving juga masih rendah, namum dari sikap rata-rata mereka mendukung untuk penerapan prinsip-prinsip Ecodriving.
Kegiatan seminar ini juga dibarengi dengan sosialisasi “Sadar Uji Emisi” yang dilakukan di local Kampus FKIK UIN Jakarta dengan bantuan kerjasama Dinas Perhubungan kota Tangsel. Tidak mudah ternyata menyadarkan dan mengajak para pengendara untuk melakukan uji emisi, padahal program ini oleh pemda setempat juga sudah di gratiskan. Namun dengan usaha persuasive yang kami lakukan banyak juga ternyata yang mau melakukan uji emisi pada kendaraan pribadi mobil dan motor.
Kedepannya kondisi jalan diperkotaan khususnya Jakarta dan Bodetabek, dengan kondisi antara volume (V) dengan tersedianya kapasitas jalan, yang sudah mendekati angka 1,0 yang berarti akan menuju kemacetan yang luar biasa atau dengan kata lain berhenti bergerak (stag), diperlukan manajemen lalu lintas (traffic Management) dengan memakai beberapa mekanisme (baik berbayar ataupun tidak), sehingga terciptanya mengemudikan kendaraan yang mendukung lingkungan (eco driving).
Oleh karena itu perlunya penerapan teknologi kendaraan yang mendukung eco driving, sehingga emisi yang timbul dapat dikendalikan, serta pemakaian bahan bakar minyak yang sudah berstandar euro yang less emisssion sehingga tercapai kota yang sehat dan nyaman. Juga perlunya sosialisasi Ecodriving lebih dapat digencarkan kepada masyarakat pengguna kendaraan bermotor, apalagi dengan semakin meningkatnya jumlah pengendara baik roda dua dan empat dirasa harus semakin peduli dengan cara berkendara yang lebih peduli pada alam dan lingkungan.


Presented by Kesehatan Lingkungan-UIN Syarif Hidayatullah Jakarta-

Wednesday, December 5, 2012

ILC Participant make me big Spirit!

beberapa peserta ILC dari UI, UGM dan UIN

9-12 November 2012 lalu, adalah masa "doktrinisasi" positif pada 130 peserta ILC (Indonesian Leadership Camp). Dimana pesertanya adalah mahasiswa dari ujung barat sampai timur.. Bukan hal pertama kalinya pertemuan temen-temen mahasiswa dari se-Indonesia, karna sebelumnya juga sudah beberapa kali menghadiri acara nasional seperti ini. Tapi yang baru pertama kali nya adalah kami dari datang dari berbagai macam jurusan dan fakultas yang berbeda, jadi beberapa kepentingan dan pandangan tentang kepemimpinan juga berbeda. Namun yang menyamakan adalah niat dan tekad bertemu dengan dan mender "kuliah" dengan orang-orang yang sudah berpengalaman luar biasa untuk berkontribusi menjunjung nama baik Indonesia.
Terlalu idealis memang jika kita muluk-muluk mengharumkan dan membawa nama baik Indonesia, sedangkan memanage diri sendiri pun ternyata secara tidak sadar masih banyak hal yang jauh dari kata Sempurna. Tapi sampaikapan kita harus menerapkan standar ke-"sempurnaan" itu, kalau ternyata kalau sedikit-sedikit kita memahami dan memperbaiki setiap kekurangan kita.
Yang kami dapat selama 4 hari kamarin mungkin hanya sekedar transfer knowlage saja, hanya sekedar membraind storming apa yang sedang terjadi di Negeri tercinta yang kaya akan SDAnya, apa yang sudah terjadi pada kalang elit pemerintah kita dan apa yang sudah kita lakukan dan persiapkan untuk memimpin diri, keluarga, tetangga, desa, kota bahkan Negara??
Masih ada waktu, masih banyak cara dan jalan menuju kesuksesan dirii dan membawa nama baik Bangsa dan Agama tentunya.. Hanya bisa atau tidak masuk menuju Kesuksesan itu??

--HAD BATTER LITTLE DOING OUT OF DOING NOTHING--

Friday, November 16, 2012

Mengatasi Stres | Jamil Azzaini

Buat temen-temen yang sering ketemu yang namanya GALAU,, ini obat mujarabnya yang bisa dikerjain^
Mengatasi Stres | Jamil Azzaini

Thursday, November 15, 2012

1434 H (1 Muharam)

Bismillahiramanirrahim...

Diakhir tahun Hijriah ini banyak sekali hikmah dan ucapan rasa syukurku pada Mu ya Rabb.. karena setiap waktu, setiap bulan dan masa nya banyak hal yang tidak pernah aku duga, baik itu rezeki pengalaman, kesempatan, material dan silaturahmi..

Saat ini diusiaku yang semakin menginjak kedewasaan dan kemapanan berfikir, banyak sekali yang sudah aku tampung Ilmu-ilmu Mu ya Rabb.. Banyak sekali hal yang sudah aku tau, kenal dan mengerti tentang pemikiran  seseorang menggambarkan perilakunya, tau kondisi alam yang menginginkan ketenangan dan gerah akan keberserakan, dan paham atas apa yang seharusnya harus aku lakukan dengan kata hati ini..

Saat semua nya aku tau itu, justru terkadang aku semakin tidak tau apa yang harus segera aku lakukan, apa yang harus aku perbuat..
Astagfirullahaladzim...
Semoga prasangka ini hanya sementara, semoga semangat yang biasa aku temui kembali hadir untuk menjadi kekuatan apa yang sudah aku tau dan harus aku lakukan..


Ya Rabb..
hamba yang masih berselimut khilaf dan salah, Hanya kepada Mu hamba memohon maaf dan ampunan Mu,
hamba yang sedang mencari ilmu dan keridhoanMu, Hanya kepada Mu hamba meminta atas perlindungan dan kasih sayang Mu..
Anna Uhibbka Ya Hayyu Ya Qayyum ..

Monday, November 5, 2012

TUHAN, INLAH PROPOSAL HIDUPKU..

Buku "TUHAN, inilah Proposal Hidupku ....." (TIPH) bukanlah buku biasa. Berdasarkan definisi penerbitnya, Gramedia Pustaka, buku karangan Kang Jamil ini termasuk dalam katalog Work Book. Ini artinya Anda selaku pemilik atau pemegang buku ini memiliki "tugas tambahan" di samping membacanya. Tugas apa itu? Gampang kok, Anda hanya perlu mengerjakan beberapa hal tidak sulit yang diminta oleh Kang Jamil melalui bukunya. Tugas tambahan itu diantaranya adalah Anda dituntut untuk langsung menuliskan "proposal hidup" Anda di atas dua setengah halaman yang ada di dalam buku (ada di halaman 18-19-20). Selain itu, Anda juga diminta untuk mengisi sebuah tabel yang terdiri dari tiga bagian yakni; (1) Kegiatan yang Anda Kuasai, (2) Kegiatan yang Anda Cintai, dan (3) Kegiatan yang Menghasilkan (halaman 38). Dan yang paling seru adalah di halaman 65 - 68 ketika sang penulis mengajak kita untuk membuat target 90 hari selama 4 triwulan.

Tujuan dan Landasan Ilmiah Proposal Hidup

Tujuan dari kegiatan tambahan ini adalah tidak lain agar setelah membaca buku ini Anda akan langsung memiliki semacam action plan yang dapat membantu Anda untuk mewujudkan apa yang sudah Anda baca tadi. Action plan inilah nantinya yang akan menjadi semacam panduan bagi Anda dalam penyusunan proposal hidup Anda sendiri. Mungkin Anda akan bertanya-tanya, "apakah benar kalau seandainya kita punya proposal hidup, maka hidup kita akan lebih sukses daripada bila tidak memilikinya?

Nah, bila memang pertanyaan itu mengusik Anda, berarti Anda tidak perlu khawatir lagi karena di dalam buku ini Kang Jamil juga mebeberkan landasan ilmiah dari penyusunan proposal hidup itu sendiri. So, this book is not about a superstitioun process (baca: proses tahayul).

Konon, berdasarkan riset selama 10 tahun (1979 - 1989) yang dilakukan oleh Mark McCormack terhadap para lulusan MBA di Harvard Business School, ditemukan fakta menarik bahwa 13% mahasiswa yang menyatakan memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik, tapi TIDAK TERTULIS memiliki penghasilan rata-rata dua kali lipat dibandingkan dengan mereka yang 84% (belum memiliki dan menyusun rencana hidup). Tapi ada yang lebih luar biasa ketimbang itu, bahwa 3% lulusan yang telah memiliki rencana hidup yang jelas, spesifik, dan TERTULIS ternyata memiliki penghasilan yang besarnya rata-rata 10 kali lipat dibandingkan 97% lulusan sekolah bisnis terbaik di seluruh dunia itu. Wow, siapa yang tidak mau kalau begini. Dengan hanya menuliskan sesuatu yang kita inginkan ternyata kita bisa meraih hasil yang jauh lebih besar ketimbang tanpa menuliskannya (halaman 9).

Oke, sudah cukup pengantarnya, sekarang marilah kita menguliti isi buku hasil karangan dosen pasca sarjana IPB ini. Menurut Kang Jamil, untuk menghasilkan sebuah proposal hidup yang bagus, kita membutuhkan lima langkah untuk mencapainya:

1) You're a masterpiece!

Anda adalah sebuah mahakarya (baca: Masterpiece). Dan Kang Jamil meminta Anda untuk menyadarinya. Di dalam buku TPIH, Kang Jamil menganalogikan betapa berharganya seorang manusia dengan harga beberapa barang mewah seperti Jam Hublot yang dihargai Rp 11 Miliar atau Ferrari 250 GT SWB yang dihargai Rp 102,9 Miliar. Menurut Kang Jamil, manusia adalah sesuatu yang amat sangat berharga dan tidak mungkin bisa dinilai dengan uang atau sejenisnya. Bayangkan, maukah kita menjual kedua mata atau kedua tangan ini dengan harga 11 Miliar atau 102,9 Miliar seperti harga kedua barang mewah di atas?

Bila Anda adalah tipe manusia yang berkata "ya" atau "mau" untuk pertanyaan di atas, maka saya sarankan Anda untuk segera menutup buku dan pergi jauh dari tulisan ini. Karena tampaknya pesan Kang Jamil bukanlah ditujukan untuk orang-orang seperti Anda. Tapi bila Anda berani menjawab "tidak", maka buku ini adalah untuk Anda dan di bagian berikutnya Kang Jamil akan membeberkan rahasia agar Anda bernilai lebih dari Rp 100 Miliar atau bahkan tidak ternilai sama sekali. Bagaimana caranya? Antum harus sabar, karena jawabannya ada di poin nomor 3! Tapi sebelum sampai kesitu, baca dulu poin kedua.

2) Tetapkan Prestasi Terbaik yang akan Anda Raih

Poin kedua dari tulisan Kang Jamil bergerak dari sebuah renungan yang dalam. Coba simak beberapa untaian kalimat berikut:

Bila saatnya tiba nanti, Tuhan memanggil Anda dan kemudian berkata, "Saya menciptakan kamu dengan sangat spesial dan berharga mahal, coba ceritakan prestasi-prestasi apa yang pernah kamu capai ketika kamu hidup di muka bumi yang sebanding dengan harga kamu?" apa yang Anda hendak ceritakan kepada Tuhan?
Jeng ... jeng .. jeng ... kalau disadari, renungan di atas benar-benar bisa menusuk kalbu. Kang Jamil benar. Sebagai sang pencipta, Allah memang berhak bila nanti menanyakan hal-hal seperti di atas. Kita sudah diciptakan dengan sangat sempurna, lalu apa kontribusi kita?

Nah di sinilah nasehat Kang Jamil mulai masuk. Menurut Sang Penulis, yang pernah mengayuh sepeda sepanjang 23 KM hanya untuk pergi ke sekolah, bila kita ingin menentukan prestasi terbaik yang akan kita raih sepanjang hidup kita, maka kita perlu membuat semacam daftar prestasi. Apapun prestasi itu boleh kita tuliskan selama masih masuk dalam kaedah spesifik, terukur, dan jelas waktu pencapaiannya. Di samping ketiga kaedah itu, prestasi-prestasi tersebut hendaknya mampu meningkatkan 4-ta, yakni harta, tahta, kata dan cinta. Ups, untung tidak ada "wanita" di dalamnya ya? Hihihihihi ....

Berikut saya kutip contoh penulisan prestasi yang benar:

Spesifik:

Saya adalah Pengusaha Restoran terbaik di Jawa Barat.

Terukur:

Setiap tahun restoran saya akan menambah satu outlet.

Jangka waktu jelas:

Saya akan mencapai ini pada tahun 2020

Meningkatkan 4-ta:

Menjadi CEO terbaik di Indonesia sekaligus mampu memberi inspirasi kepada 5 juta orang

Memberi manfaat untuk orang lain:

Mempekerjakan 20 ribu orang, mempekerjakan orang-orang cacat, dan mengentaskan kemiskinan.

Nah, kalau kelima kalimat di atas digabung, kita akan mendapati kalimat motivasi yang bagus sekali;

Saya adalah Pengusaha Restoran terbaik di Jawa Barat. Setiap tahun restoran saya akan menambah satu outlet. Saya akan mencapai ini pada tahun 2020. Saya akan menjadi CEO terbaik di Indonesia sekaligus mampu memberi inspirasi kepada 5 juta orang, mempekerjakan 20 ribu orang, berdayakan orang-orang cacat, dan mengentaskan kemiskinan.

Subhanallah, bagaimana ya akhi? Mantap bukan gagasan dan nasehat dari Kang Jamil. Saya rasa buku TPIH ini sangat cocok dibaca oleh calon-calon pengusaha muslim - atau bahkan yang sudah menjadi pengusaha sekalipun - untuk meraih masa depan yang sukses dan diberkahi oleh Allah SWT. Sebenarnya masih ada tiga langkah lagi yang harus Antum ketahui agar bisa menulis proposal hidup yang pas, tapi itu nanti akan saya paparkan di edisi berikutnya dari tulisan ini. Untuk sementara, silahkan merenungi diri sendiri dulu ...... (sesuai dengan nasehat di poin pertama).

Makelar Rezeki by Jamil Azzaini

Makelar Rezeki  
oleh: Jamil Azzaini

List Price :   Rp 35.000
Your Price :    Rp 29.750 (15% OFF)
READY STOCK
 
Penerbit :    Mizan Publishing
Edisi :    Soft Cover
ISBN :    6029255185
ISBN-13 :    9786029255188
Tgl Penerbitan :    2012-03-00
Bahasa :    Indonesia
 
Halaman :    0
Ukuran :    0x0x0 mm
Sinopsis Buku:
Kalau Anda merasa sulit meraih kesuksesan atau sudah merasa sukses, tapi tak kunjung merasakan kebahagiaan, itu mungkin karena Anda hanya berpikir tentang “aku”. Selain berjuang untuk “aku”, berjuang pulalah untuk “kita”. Kalau Anda ingin sukses, sukseskanlah orang lain. Kalau Anda ingin bahagia, bahagiakanlah orang lain.

Makelar rezeki itu laksana magnet yang menarik hal-hal positif di sekitarnya. Makelar rezeki itu ibarat saklar yang bisa menyalakan lampu, menghidupkan sesuatu yang sudah mati sehingga menerangi sekitarnya. Makelar rezeki itu menjadi konektor yang menghubungkan satu dengan yang lain, mengalirkan sesuatu yang tersumbat, memperlancar keadaan dan melakukan hal-hal yang saling menguntungkan.

Dengan menjadi makelar rezeki, Anda akan memperoleh banyak keuntungan, antara lain:

- Awet muda dan bahagia;

- Menjadi perantara untuk dapat menyelesaikan masalah orang lain;

- Meningkatkan Intangible Aset (aset tak tampak);

- Hidup semakin mudah; dan

- Masuk Surga.

Setelah membaca buku ini, Anda akan segera menjadi makelar rezeki. Hidup Anda akan semakin berarti, tidak hanya bagi diri Anda sendiri, tapi juga bagi orang-orang yang Anda cintai. Selamat membaca!